Ruang Bahasa Indonesia Bapak Bataone No.1
バタオネ先生のインドネシア語の部屋 No. 1

No. 1
tetapi, akan tetapi, namun

Dari harian Kompas, saya kutip beberapa kalimat sebagai berikut:
1. Banyak wanita cantik. Tetapi tidak banyak yang menjadi seorang diva.
2. Wajah Tamara agak pucat, namun dia tetap tampil dengan senyum.

Pemakaian kata penghubung tetapi dan namun pada kalimat-kalimat di atas secara baku tidak tepat. Memang, bahasa dalam media massa kadang-kadang kurang memperhatikan kaidah tata bahasa yang baku.

Penggunaan kata penghubung yang benar adalah sebagai berikut.
A._________________, tetapi ______________ (intrakalimat)
B.__________________. Akan tetapi ______________ (antarkalimat)
C.__________________. Namun ______________ (antarkalimat)

Kata penghubung tetapi merupakan kata penghubung intrakalimat. Kata penghubung akan tetapi dan namun merupakan kata penghubung antarkalimat.

Jadi kalimat-kalimat tersebut di atas seharusnya ditulis sebagai berikut.
1. Banyak wanita cantik, tetapi tidak banyak yang menjadi seorang diva.
2. Wajah Tamara agak pucat. Namun dia tetap tampil dengan senyum.

Contoh kalimat:
A. 1. Dia sudah belajar sungguh-sungguh, tetapi tidak lulus ujian.
  
2. Saya mau mengundang kamu ke rumah, tetapi belum sempat.
B.  1. Sudah lama saya menunggu di stasiun. Akan tetapi dia belum juga datang.
  
2. Minako mau menikah dengan pria itu. Akan tetapi tidak disetujui orang tuanya.
C. 1. Dia sudah berobat ke rumah sakit. Namun penyakitnya tidak sembuh-sembuh.
  
2. Karyawan itu sering bekerja lembur. Namun dia tidak mendapat tunjangan lembur.

Catatan : Kata tapi nonbaku, sedangkan yang baku ialah tetapi.

Memang dari kesalahan, kita dapat belajar sesuatu yang baru. Jadi, dalam menggunakan bahasa lisan maupun bahasa tutur, jangan merasa malu bila Anda membuat kesalahan. Hal itu wajar karena Anda masih dalam taraf belajar. Pengajar Anda tentu akan membantu Anda untuk memperbaiki kesalahan tersebut, 'kan?


>>THIS PAGE TOP   >>RUANG BAHASA INDONESIA TOP